Kamis, 05 Oktober 2017

Jika Haram, Untuk Apa Babi Diciptakan?

ILMU-ISLAM.COM - Salah satu pertanyaan kritis yang mungkin sering terlintas adalah “Mengapa babi diciptakan jika ia haram? Untuk apa diciptakan jika tidak ada kemanfaatan?”

Sedangkan kita sebagai muslim sangat tau bahwa Al Quran dengan tegas menyatakan haramnya daging babi. Bahkan, pengharaman babi disebutkan empat kali. Yakni di Surat Al Baqarah ayat 173, Surat Al Maidah ayat 3, surat Al An’am ayat 145 dan surat An Nahl ayat 115. Ternyata dibalik ciptaan salah satu hewan yang haramkan itu ada alasan dan hikmah yang bisa menjadi pelajaran bagi kita umat muslim. Antara lain adalah:

1. Untuk menguji manusia.

Babi yang diharamkan sebenarnya merupakan ujian untuk manusia seberapa ia patuh kepada Sang Pencipta. Manusia yang memakannya, maka ia tidak lulus dalam ujian itu. Manusia yang berpegang teguh pada larangan Allah dengan tidak memakannya, maka ia lulus dalam ujian itu.

“Dialah (Allah) yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian siapakah di antara kalian yang paling baik amalnya”. (QS. Al Mulk: 2).

2. Sarana meneguhkan manusia sebagai khalifatullah

Manusia adalah khalifatullah fil ardh yang bertugas memakmurkan bumi. Banyak hewan yang dikira tidak memiliki manfaat, ternyata membuat manusia menjadi kreatif dan berdaya. Termasuk babi. Dengan adanya babi, manusia bisa mengetahui tentang berbagai (bibit) penyakit yang dibawa binatang itu dan tertantang untuk meneliti obatnya.Seperti diketahui, babi mengandung cacing pita bahkan merupakan carier virus flu babi (swine influenza).

3. Sebagai pelajaran agar tidak menjadi sepertinya

Babi dikenal sebagai binatang yang malas, jorok dan rakus. Begitu joroknya babi, ia sampai memakan kotorannya sendiri. Bahkan, makanan yang akan dimakan kadang-kadang dikencingi dulu sebelum dilahap. Rakusnya babi bisa dilihat dari makanan apapun yang ada di depannya akan dilahap. Sampah dan kotoran pun dilahap. Bahkan demi memuaskan kerakusannya, makanan yang telah memenuhi perutnya dimuntahkan kemudian dimakannya kembali. Babi diciptakan.

Adanya babi selayaknya mengingatkan manusia agar tidak malas, tidak jorok dan tidak rakus. Allah SWT menggunakan babi sebagai perlambang keburukan. Bahkan, ada kaum terdahulu yang dikutuk menjadi babi karena perbuatan buruknya.

Katakanlah (Muhammad), “Apakah aku akan beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasik) di sisi Allah? Yaitu, orang yang dilaknat dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS. Al Maidah: 60).

Nah sob, banyak alasan dan hikmah yang sudah di jelaskan kenapa babi diciptakan tapi haram. Karena setiap ciptaan Allah seburuk-buruknya ciptaan tentu ada manfaatnya. Hanya saja kita sebagai manusia kadang tidak bisa memaknai atau bahkan memahami pesan Allah yang tersirat dalam setiap ciptaannya.

Semoga kita selalu dalam lindungan Allah ya sob, dijauhkan dari bahaya haram, mendapat hidayah untuk terus mencari tau pesan-pesan Allah yang tersirat dan didekatkan dengan segala hal yang jelas dan halal. Amin. [media.ihram.asia]

Kamis, 31 Agustus 2017

Kesederhanaan Umar Bin Khattab r.a


Ilmu-Islam -- Umar bin Khattab ra. Pekerjaan sehari-harinya adalah berdagang, ketika beliau menjadi khalifah keperluannya dipenuhi dari baitul mal. Beliau mengumpulkan rakyatnya di Madinah Munawwarah, lalu beliau berkata:” Saya biasa berdagang, sekarang kalian telah memberiku suatu kesibukan sehingga saya tidak dapat berdagang lagi. Sekarang bagaimana dengan mata pencaharian saya?”
Orang-orang berselisih pendapat tentang jumlah tunjangan bagi Umar ra. Sedangkan Ali ra. Hanya berdiam diri. Umar ra. Bertanya kepadanya, “Bagaimanakah pendapatmu wahai Ali?” jawab Ali ra. “Ambilah uang sekadar untuk mencukupi keperluan keluargamu.” Umar ra. Sangat menyetujui usul Ali ra. Maka ditentukanlah uang tunjangan untuk Umar ra.
Beberapa lama kemudian, beberapa orang sahabat termasuk Ali ra, Utsman ra, Zubair ra, dan Thalhah ra. Mengusulkan agar tunjangan untuk Umar ra. Ditambah karena tunjangannya terlalu sedikit. Tetapi tak seorang pun yang berani mengemukakannya secara langsung kepada Umar ra. Akhirnya mereka menemui Hafshah r.ha. putri Umar ra. Juga ummul mukminin istri Rasulullah saw. Mereka meminta agar ia mengajukan usul mereka kepada Umar ra. Tanpa menyebutkan nama-nama mereka.
Ketika Hafshah r.ha. mengajukan usul tersebut, wajah Umar ra. Menjadi merah karena marahnya. Umar ra. Bertanya, “Siapakah yang mengusulkan ini? “ Hafshah r.ha. menyahut, “Jawablah dulu bagaimanakah pendapatmu?” Umar ra. Berkata: “Andaikan saya tahu siapakah mereka itu, niscaya akan saya tampar wajah mereka. Hafshah ceritakanlah tentang pakaian Nabi saw. Yang terbaik yang pernah beliau miliki di rumahnya,“
Hafshah r.ha. menjawab,”Beliau memiliki dua pakaian berwarna kemerahan yang biasa  beliau kenakan pada hari Jum’at atau ketika menemui tamu.“
Kata Umar ra. “Sebutkan makanan apakah yang terlezat, yang pernah dimakan oleh Nabi saw. Di rumahmu?” jawab Hafshah r.ha. “Roti yang terbuat dari tepung kasar lalu dicelupkan ke dalam kaleng berisi minyak. Kami memakannya ketika masih panas, kemudian dilipat menjadi beberapa lipatan. Pernah suatu hari saya menyapu sekerat roti dengan bekas-bekas mentega yang terdapat dalam sebuah kaleng minyak yang hampir kosong. Beliau saw. Memakannya dengan penuh kenikmatan, dan beliau juga ingin membagi-bagikannya kepada orang lain.”
Umar ra. Berkata, “Sebutkanlah apa alas tidur terbaik yang pernah digunakan oleh Rasulullah saw. Di rumahmu?” hafshah r.ha. menjawab, “Sehelai kain tebal, pada musim panas, kain itu dilipat menjadi empat, dan pada musim dingin dilipat menjadi dua, separuh digunakan untuk alas tidurnya dan yang separuh lagi untuk selimutnya. “
Umar ra. berkata, “Nah Hafshah, sekarang pergilah dan katakan kepada mereka bahwa Nabi saw. telah menunjukkan contoh kehidupan yang terbaik, dan aku harus mengikutinya. Perumpamaanku dengan dua orang sahabatku, yaitu Rasulullah saw. Dan Abu Bakar ra. Adalah seperti tiga orang musafir yang sedang melalui sebuah jalan yang sama. Musafir yang pertama telah melalui jalan tersebut dan telah sampai ke tempat tujuan. Adapun yang ketiga, sekarang baru memulai perjalanannya. jika ia menempuh jalan yang telah mereka tempuh sebelumnya, maka ia akan menjumpai keduanya di tempat tujuan yang sama. jika ia tidak menempuh jalan mereka yang mendahuluinya,tentu ia tidak akan sampai ke tempat mereka.”
Inilah contoh kehidupan seseorang yang sangat ditakuti oleh para raja pada masa itu. Namun beliau telah menjalani dengan penuh kezuhudan.
Pada suatu hari, Umar bin Khattab r.a berkhutbah di depan para sahabatnya dengan mengenakan kain sarung dengan dua belas tambalan, salah satunya ditambal dengan kulit. Ketika itu beliau terlambat datang ke masjid untuk menunaikan fardlu jum’at.
Beliau berkata kepada para jamaah,”maafkan saya, saya terlambat karena mencuci pakaian saya terlebih dahulu, karena saya tidak memiliki baju lain yang dapat saya pakai.”
Pada suatu saat, ketika Umar ra. Sedang menikmati makanannya, datanglah pelayan beliau memberitahukan bahwa Utbah bin Abi Farqad ingin menemui beliau. Setelah Umar ra. Mengijinkannya, masuklah Utbah ra. Lalu beliau mengajaknya untuk makan bersama. Utbahpun menerima tawaran tersebut. Tetapi roti yang dihidangkan adalah roti keras dan tebal sehingga ia sangat kesulitan untuk menelannya.
Ia bertanya,”Mengapa engkau tidak menggunakan tepung yang baik untuk membuat roti? “jawab Umar ra. Apakah semua orang Islam mampu memakan roti dari tepung yang baik? Sahut Utbah, “Tidak semuanya.” Umar ra. Berkata, tampaknya engkau ingin agar saya menikmati semua jenis kenikmatan hidup didunia ini.”
Kisah-kisah seperti ini yang menunjukkan pengorbanan dan perjalanan hidup para sahabat ra. Bukan hanya berjumlah ratusan, tetapi ribuan. Sekarang kita tidak dapat meniru kehidupan mereka, bahkan hasrat untuk mengikuti kehidupan mereka pada diri kita masing-masing sudah tidak ada. Pola pikir kita sudah diracuni pola hidup hedonis, mencintai kelezatan dunia di atas segala-galanya. Sebab itulah, kita menjadi umat yang lemah di hadapan musuh-musuh kita. Menjadi umat yang tidak lagi dihargai namun selalu saja dicaci dan dimaki. Ingat, harga diri dan kemuliaan umat Islam bukanlah diukur dari seberapa banyak harta dunia yang telah dikumpulkan di bawah kakinya. Namun dilihat dari seberapa kuat dia menggenggam panji tauhid di dalam hatinya hingga dunia tak lagi mampu mempesonakannya
Sumber: eramuslim.com

Senin, 28 Agustus 2017

7 Hikmah dan Keutamaan Qurban 'Idul Adha


Ilmu-Islam-- Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurba. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:
1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban
Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?" Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim." Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?" Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan."Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?"Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan." [HR. Ahmad dan ibn Majah]
2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami." [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]
3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah
Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya." [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]
4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa
“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah" [HR. Muslim]
5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah." [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya."
“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam." [Qur’an Surat Al An’am : 162]
Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…"
6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)" [Qur’an Surat Al Hajj : 34]
7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar." [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 – 107]
Sumber: .fimadani.com

Minggu, 27 Agustus 2017

Obat Stress Paling Ampuh adalah Alquran

Membaca Alquran mengandung banyak manfaat yang dapat kita dapatkan, selain mendapat pahala dari Allah ternyata membaca Alquran juga memiliki efek yang sangat baik bagi tubuh kita terutama pada pikiran.

Ternyata dalam sebuah penelitian ilmiah juga disebutkan bahwa Alquran ternyata memiliki kemampuan untuk menenangkan jiwa seseorang yang mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Alquran.

Obat Stress Paling Ampuh adalah Alquran

Bahkan dalam sebuah penelitian ilmiah dikatakan bahwa apabila seseorang menghafal Alquran, maka kesehatan jiwanya akan semakin meningkat. Dan apabila kadar hafalannya terus ditingkatkan, maka kesehatan jiwanya juga akan meningkat juga.
Sebuah penelitian telah dilakukan oleh Prof. DR. Shalih bin Ibrahim yang merupakan seorang profesor di bidang ilmu kesehatan jiwa. Dia membuat dua kelompok, kelompok pertama terdiri dari para mahasiswa-mahasiswi Universitas Malik abdul Aziz di Jeddah yang jumlahnya 170 orang. Dan kelompok kedua terdiri dari mahasiswa-mahasiswi Ma’had al-Imam asy-Syatibi li ad-Dirasah al-Qur’aniyyah, filial Universitas al-Khairiyah Litahfidzil Qur’an al Karim di Jeddah yang jumlahnya juga sama.

Penelitian itu menyimpulkan bahwa mahasiswa yang memiliki tingkat haafalan yang bagus, dia cenderung memiliki tingkat kesehatan jiwa yang baik. Bahkan dalam sebuah survey yang dilakukan kepada non-muslim yang baru pertama kali mendengarkan Alquran, kebanyakan dari mereka merasa lebih tenang hati dan jiwanya setelah mendengarkan Alquran.

Penelitian tersebut membuktikan bahwa Alquran memang memiliki efek yang sangat baik bagi kesehatan jiwa dan pikiran seseorang. Rasulullah pernah bersabda,

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya." [HR. Bukhari]

Untuk itu, jika kita sedang merasa stress atau hati kita gelisah maka bacalah Alquran agar hati kita tenang dan lebih dekat dengan Allah. Dan akan lebih baik apabila kita mengamalkannya secara rutin serta mempelajari isi dan makna yang terkandung didalamnya, maka selain mendapatkan ketenangan jiwa kita juga mendapatkan hadiah pahala dari Allah SWT.

Semoga apa yang disampaikan disini bermanfaat.

Sumber: makintau.com

Science: Orang Barat Terkejut Dengan Cara Islam Menyembelih Sapi

Masya Allah, semakin Maju Penelitian Ilmiyah Semakin Membuktikan Kebenaran Islam.
Jelang Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban, jangan pernah makan daging sapi tanpa disembelih, ternyata syariat Islam ini membuat orang barat terkejut. Simak penelitian ini.

1. Rasulullah tak pernah belajar cardiology tapi syari'atnya membuktikan penelitian ilmu modern.

2. Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?

3. Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

4. Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.

5. Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.

6. Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

7. Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu!

8. Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb.:

Penyembelihan Menurut Syariat Islam


Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:

Pertama
Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.

Kedua
Pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.

Ketiga
Setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).

Keempat
Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.

Penyembelihan Cara Barat


Pertama
Segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).

Kedua
Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).

Ketiga
Grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.

Keempat
Karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.

Bukan Ekspresi Rasa Sakit!

Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka, pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!

Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim justru membuktikan yang sebaliknya. Yakni bahwa pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu.

Subhanallah…  Memang selalu ada jawaban dari setiap pertanyaan tentang kebenaran Islam. Selalu ada penguatan Allah dari setiap adanya usaha pelemahan dari musuh Dien-Nya yang mulia ini.

Sebenarnya, sudah tidak ada alasan lagi menyimpan rasa tak tega melihat proses penyembelihan kurban, karena aku sudah tahu bahwa hewan ternak tersebut tidak merasakan sakit ketika disembelih. Dan yang paling penting, aku dapat mengerti hikmah dari salah satu Syariah Islam dan keberkahan  yang tersimpan di dalamnya.

PENULIS:
Ustadz. Muhammad Suhud.
Sumber: voa-islam.com