Header Ads

Cara Menjaga Diri dari Virus Merah Jambu



ILMU-ISLAM.COM - ‘Virus merah jambu’ adalah istilah yang sering diungkapkan untuk menyatakan sebuah perasaan (cinta) terhadap lawan jenis yang membuat banyak orang kesulitan untuk mengendalikan diri dan bahkan tidak jarang, hati dan mata mereka menjadi buta karena virus ini.
Tidak jarang kita mendengar ada remaja yang nekat memanjat tower, terjun ke sungai, bahkan gantung diri hanya karena diputuskan cintanya oleh sang pacar. Atau mungkin, Anda pernah mendengar kisah cinta Qeis dan Laila, dimana Qeis tergila-gila dan jatuh cinta kepada Laila sejak mereka sering bersama-sama menggembalakan domba saat masih kecil hingga dewasa. Namun akhir cerita ini sungguh tragis, dimana Qeis menjadi gila karena Laila ternyata dipersunting oleh orang lain.
Ya, pengalaman yang dialami oleh Qeis tersebut bisa saja dialami oleh banyak orang, tidak terkecuali Anda.
Banyak orang menyadari bahwa ini adalah sunnatullah, dimana setiap orang memiliki hati, dan diberikan cinta oleh Allah sebagai media untuk saling menyayangi, menjaga, dan memelihara. Namun sayangnya, banyak orang tidak bisa membedakan mana cinta yang mebawa kebaikan dan mana yang menjerumuskan ke jurang maksiat.
Akibatnya, tidak sedikit yang mengatasnamakan cinta untuk berbuat zinah, menentang orang tua, bahkan, bisa juga membuat kita semakin jauh dan lupa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'alaa yang memberikan kita "cinta" di dalam hati.


Bagaimana cara agar terhindar dari virus merah jambu?

Isi dan penuhi hati dengan cinta kepada Allah

Penyebab seseorang mudah terjangkit penyakit hati (virus merah jambu) adalah apabila hatinya kosong dari rasa cinta (mahabbah) kepada Allah. Tidak pernah mengingat-Nya dan tidak pernah berusaha mendekatkan diri kepada-Nya akan membuat ‘hati’ kita dipenuhi oleh selain Allah.
Salah satu contohnya adalah kisah Nabi Yusuf a.s yang tercantum di dalam Al Quran Surat Yusuf ayat 24, yang artinya:
"Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih."
Kata-kata, "Tanda dari Tuhannya...” adalah bentuk perlindungan Allah melalui "hati" Yusuf a.s yang selama ini berusaha memenuhi hatinya dengan "cinta" kepada Allah. Sehingga, saat ia berada dalam situasi yang akan menjerumuskannya ke dalam kehinaan (maksiat) Ia pun dengan mudah mengingat Allah dan menghindari perbuatan tidak baik tersebut.
Merasa, "cinta" adalah sesuatu yang wajib diperjuangkan
Ketika diberikan "cinta" di dalam hatinya, seseorang bisa menjadi buta mata hatinya. Dengan mudahnya ia menganggap hal tersebut sebagai "anugerah" di atas segalanya. Hingga ia pun rela menghalalkan segala cara demi mempertahankan "cinta" tersebut. Ia rela berbuat zinah, terkucilkan, tidak malu dianggap hina, rela berhianat, berbuat curang, berbohong, durhaka kepada orang tua, bahkan tidak jarang orang rela meninggalkan agamanya (Allah dan Rasulnya) demi "cinta" (virus merah jambu).

Bagaimana menyikapi virus merah jambu?

Allah berfirman dalam Al-quran yang artinya "Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya.” (surah Al-a'raf, ayat 189)
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali ‘Imran: 14)
Dari ayat di atas, kita bisa mengetahui bahwa “cinta kepada pasangan” adalah salah satu kesenangan di dunia yang seharusnya tidak boleh membuat kita terlena. Karena kecintaan terhadap dunia adalah bentuk ujian yang diberikan oleh Allah seperti diungkapkan melalui firman-Nya berikut ini,
Artinya, “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), di sisi Allah-lah pahala yang besar.

Kesimpulan

Dengan mengetahui beberapa kerugian yang disebabkan oleh virus merah jambu maka kita bisa mengambil beberapa langkah preventif untuk mencegah hal-hal negatif yang ditimbulkannya dengan cara:
1.         Mengobati hati. Caranya adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah (rajin berdzikir, rajin membaca Al-quran beserta maknanya, sholat malam dan lain-lain, seperti yang diungkapkan di orang alim dalam syair "Tombo Ati")
2.         Tidak mendekati zinah sesuai dengan perintah Allah di dalam Al-quran
3.         Berpuasa

4.         Memperdalam ilmu agama
Diberdayakan oleh Blogger.