Endang Irawan, Mengasuh Pondok Pesantren Penghafal Al-Quran Dari Hasil Ngojek

Endang berfoto bersama santrinya, di Bogor, Jawa Barat.(Warta Kota)

ILMU-ISLAM.COM -  Endang Irawan atau yang biasa disapa bang soplo seorang pengemudi ojek online telah membina 120 santriwati dari hasil mengemudi ojek online.

Uang yang didapatnya seusai mengantar customer dikumpulkannya untuk membiayai para santri di Pondok Pesantren Nurul Iman yang dia bina. Selain mencari uang, Endang juga kerap mengajar silat dan sejarah pada para santri nya.


Pondok pesantren Nurul Iman sudah berdiri sejak 12 tahun lalu. Didirikan Endang dan keluarganya tanpa dibawah naungan sebuah yayasan ataupun bantuan dari pemerintah. Namun, pesantren itupun baru berkembang beberapa tahun belakangan saat Endang menjadi pengemudi ojek online.  Dan kini sudah mencetak 12 santri penghafal alquran dengan rentang usia dibawah 20 tahun.

Terletak di jalan Ciomas desa Babakan Kampung Cipayung Desa Sukaharja Bogor. Pondok Pesantren Nurul Iman terbuka gratis bagi siapa saja yang ingin bergabung di pondok. Hanya dengan catatan, anak tersebut mau belajar ilmu agama dan menghafal Al-Quran.

"Kita tidak mematrelistiskan uang, tidak perlu uang. Cukup mau belajar agama, saya siap. Mau yatim piatu, mau fakir, mau miskin, mau duafa, mau orang tuanya mampu tidak masalah. Kalau memang dia tidak mampu saya bebaskan biayanya. " kata Endang.

Dia juga menyampaikan, bagi calon santri yatim piatu hanya cukup melampirkan surat keterangan yatim piatu, sedangkan untuk yang masih memiliki orang tua cukup menyerahkan fotokopi kartu pengenal untuk keperluan pendataan di manajemen pesantren.

Sesekali bantuan juga datang dari partisipasi teman-teman sesama pengemudi ojek online, hamba allah, dan donatur dari penumpang ojek online. Dukungan yang diberikan bukan hanya uang, tetapi juga pemikiran dan semangat.

Endang juga mengakui, selama ini pengelolaan pondok dilakukan hanya bersama anggota keluarganya. 
"Adik saya pengajar, untuk manajemen, pemikiran, bangunan, uang, makan, tidur, obat, pembalutnya saya yang memikirkan.  Karena pondok di khususkan untuk perempuan. Pengajar nya bisa saja mendatangkan tenaga dari luar tetapi kan membutuhkan biaya, siapa yang mau membayar ? Sedangkan saya sudah memikirkan semua kebutuhan mereka"  ujar Endang 

Meskipun ia tinggal di jakarta, dan satu minggu sekali harus bolak balik Jakarta Bogor untuk mencari uang membiayai pondok pesantren Nurul Iman. Namun ia selalu berdoa agar selalu diberi kekuatan, dan kesehatan. 
"Karena santri-santri di pondok adalah tanggung jawab saya, minimal saya berjuang untuk pondok pesantren bersama keluarga." tutupnya. 
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==