Ini Ayat Qu’ran yang Membuat Felix Siauw Memeluk Islam

Felix Siauw (sumber youtube)

ILMU-ISLAM.COM -  Kisah mualaf yang mencari hidayah selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang, karena tidak jarang kisah-kisah tersebut yang mampu memberikan inspirasi bahkan bagi seorang muslim yang sudah memeluk Islam sejak lahir. Tidak mengherankan, karena sebagian besar mualaf tidak begitu saja memeluk Islam, hanya karena mimpi atau yang sejenisnya. Melainkan, rata-rata, mereka menerima Islam setelah melalui perjalanan panjang, perjuangan, dan riset yang tidak sedikit.

Tidak jarang juga mereka mencoba mencari kebenaran, mencoba menemukan Tuhan, melalui agama-agama terkemuka di Indonesia terlebih dahulu sebelum mencarinya di dalam agama Islam. Perjalanan mereka mencari hidayah selalu bisa menjadi sebuah cerita yang menarik untuk disimak dan tidak sedikit di antaranya yang cukup inspiratif.

Salah satu cerita mualaf yang sangat menarik untuk disimak adalah cerita konversi Felix Siauw dari Katolik ke Islam.
Latar belakang keluarga

Felix Siauw lahir dari keluarga keturunan Cina yang tinggal di Palembang. Seperti yang kita tahu, setiap masyarakat di Indonesia wajib memeluk salah satu agama yang diakui oleh negara. Dan bagi sebagian masyarakat Cina, kebanyakan mereka lebih memilih agama Katolik untuk dianut. Tidak terkecuali dengan Felix Siauw dan keluarganya.

Di dalam pandangan mereka, agama Islam bukanlah pilihan karena mereka menganggap agama Islam sebagai agama yang jelek, bertentangan dengan agama nenek moyang mereka, sehingga banyak diantara masyarakat dari Cina yang memperbolehkan anak cucunya untuk memeluk agama apapun, asal bukan Islam.


Pertanyaan besar

Satu hal yang sangat luar biasa dari perjalanan Felix Siauw mencari sang pencipta dimulai sejak usia belia (12 tahun). Felix Siauw yang kritis mencoba menanyakan berbagai pertanyaan yang ada di benaknya. seperti, konsep Trinitas yang membuatnya merasa pusing karena jawaban yang diberikan oleh orang tua maupun Pastur tempat ia bertanya sangat tidak memuaskan. Bahkan ia dianggap tidak beriman karena tidak mau percaya dengan penjelasan-penjelasan yang diberikan.

Keragu-raguannya semakin membesar ketika ia menemukan banyak hal yang meragukan di dalam Alkitab. Salah satu contohnya adalah, Tuhan berkata: "Jangan makan buah ini, jika engkau makan kau akan mati." Nyatanya, setelah buah tersebut dimakan, mereka yang memakannya tidak mati dan justru memiliki pengetahuan (baik dan buruk). Di dalam benaknya, Felix Siauw tidak habis pikir, “bagaimana mungkin Tuhan berbohong.”
Keluar dari agama Katolik

Karena merasa tidak puas dengan setiap jawaban yang diberikan apa pertanyaan-pertanyaannya, Felix muda akhirnya memutuskan untuk keluar dari agama Katolik di kelas 3 SMP secara fungsional. Ia memutuskan untuk tidak lagi pergi ke gereja, tidak lagi ikut beribadah, walaupun di statusnya di KK masih beragama Katolik. Namun tidak seperti kebanyakan orang yang memutuskan untuk menjadi atheis, Felix Siauw tetap percaya pada Tuhan. Ia tetap yakin bahwa sang pencipta itu pasti ada.

Setelah memutuskan untuk meninggalkan agama Katolik, Felix Siauw berpetualang mencari Tuhan dengan mendatangi beberapa agama dan mempelajarinya, mulai dari Budha, Kristen Protestan, Hindu, dan lain-lain. Namun tetap saja ia belum mendapatkan jawaban yang dicarinya.
Mendapatkan hidayah

5 tahun kemudian, bertemu dengan temannya (Syamsul Hadi) yang kemudian memperkenalkan Felix Siauw kepada seorang aktivis Islam bernama Ustadz Fatih Karim. Seorang ustadz muda yang memiliki pengetahuan tentang Islam dan kehidupan.

Seperti kepada orang-orang yang ditemui sebelumnya, Felix Siauw juga menanyakan pertanyaan yang masih belum ia temukan jawabannya tersebut kepada ustadz muda tersebut.

"Tapi masalahnya, ada 5 agama yang mengklaim mereka punya petunjuk bagi manusia untuk menjalani hidupnya. Yang manakah yang bisa kita percaya?" begitulah kira-kira pertanyaan Felix Siauw kepada sang ustadz pada saat itu.

Sang Ustadz kemudian menjawab pertanyaan tersebut dengan membacakan surat Al Baqarah ayat 2 yang artinya "Kitab (Al-qur'an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa."
Mendengar Ayat tersebut dibacakan, Ia pun merasa sangsi karena menyamakan Al-Quran dengan kitab lain yang di dalamnya masih banyak kekurangan dan kesalahan khas tulisan manusia. Namun setelah dibacakan kepadanya surah Al Baqarah ayat 23 yang artinya, "Dan jika kamu meragukan (Al-quran) yang kami turunkan kepada hamba kami (Muhammad), maka buatlah satu surat semisal dengannya, dan ajaklah penolong penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar."

Tantangan dari Al Quran ini membuat Felix Siauw yakin bahwa Al-quran memang benar-benar berasal dari sang pencipta dan Islam adalah agama yang selama ini dicarinya.



close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==