Header Ads

Inilah Bahayanya Ghibah


ILMU-ISLAM.COM - Ghibah berasal dari kata ghib artinya tak tampak. Ghibah berarti menggunjing atau membicarakan aib orang yang menimbulkan rasa tidak suka jika orang tersebut mengetahuinya.
Allah SWT melarang keras bersifat obrolan ghibah. Sebagaimana disebutkan dala firman-Nya:
"...dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang." (QS Al-Hujurat 49 : 12).

Astaghfirulloh, berdasarkan ayat tersebut, betapa menjijikkannya perumpamaan bagi orang yang melakukan ghibah. Ia ibarat memakan daging dari bangkai/jenazah orang yang menjadi obyek ghibah. Hal ini dikarenakan orang yang menjadi obyek ghibah tidak tahu-menahu kalau dirinya sedang dighibahi. Memakan bangkai saja sudah menjijikkan, apalagi memakan bangkai dari manusia yang merupakan teman atau tetangga kita sendiri.
Ghibah banyak terjadi dikalangan masyarakat. Tayangan televisipun banyak sekali yang bertemakan ‘ghibahtaintment’, yang seringkali mengekspos pertengkaran rumah tangga bahkan perselingkuhan. Kaum muslimin sendiripun seringkali tanpa sadar melakukan ghibah terhadap saudara seimannya.
Berikut ini adalah contoh perilaku yang termasuk ghibah:
a).  Membicarakan keburukan orang lain melalui lisan
b).  Membicarakan keburukan orang lain melalui bahasa isyarat
c).  Membicarakan keburukan orang lain melalui gerakan tubuh dengan maksud mengolok-olok.
d). Membicarakan keburukan orang lain melalui media massa tanpa ada maksud untuk kebaikan
Mengapa ghibah dilarang? Apakah dampak dari ghibah? Sahabat Ummi sekalian, inilah akibat negatif dari perbuatan ghibah:
1.  Orang yang melakukan ghibah akan mengalami kerugian, karena pahala amal kebaikannya dia berikan kepada orang yang menjadi sasaran ghibahnya.
2. Mengakibatkan putusnya ukhuwah, rusaknya kasih sayang, timbulnya permusuhan, tersebarnya aib, lahirnya kehinaan dan timbulnya keinginan untuk menyebarkan post keburukan orang lain tersebut.
3. Mendapat azab Allah swt yang sangat pedih
Apakah hukuman bagi pelaku ghibah? Seperti dikisahkan oleh Rasulullah SAW di malam mi'rajnya, beliau menyaksikan suatu kaum yang berkuku tembaga mencakar wajah dan dada mereka sendiri. Rasul pun bertanya tentang keberadaan mereka, maka dijawab bahwa merekalah orang-orang yang ghibah melanggar kehormatan orang lain. Sangat mengerikan.
Lisan adalah anugerah. Nikmat lisan merupakan nikmat yang sangat luar biasa. Apabila anugerah ini tidak dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya maka akan menjadi bumerang bagi pemiliknya. Jadi marilah kita jaga lisan kita sebaik-baiknya. Pergunakan untuk kebaikan nasehat dan dakwah dan hindarkanlah dari keburukan ghibah dan juga fitnah.
Sumber: ummi-online.com
Diberdayakan oleh Blogger.