Header Ads

Ketulusan Hati Tukang Becak Berbuah Naik Haji



ILMU-ISLAM.COM - Pak Parman, demikian orang memanggilnya. Aktifitas Pak Parman sehari-hari menarik becak. Meski begitu, pak parman memiliki budi yang sangat mulia. Kemiskinan yang menyertai nya tidak menutup mata batinnya untuk selalu berbagi kepada yang lain. Harta bukan lah tolak ukur untuk kita bisa berbagi. Pak parman punya cara yang lain melainkan “sedekah jasa”


Sedekah jasa ala Pak Parman dilakukan pada hari jumat dengan cara ia menggratiskan semua penumpang yang ingin menaiki becaknya. Maka, atas kebaikannya itulah keberkahan menghampiri hidupnya dan keluarganya.

Dibulan ramadhan pertama tepatnya hari jumat, ada orang yang mobilnya mogok tidak jauh dari pangkalan becak Pak Parman. Orang kaya tersebut memutuskan untuk menaik becak. Dia memanggil tukang becak yang ada dipangkalan tersebut dan Pak Parman yang datang. Lalu, dikayuhlah becak itu oleh Pak Parman menuju lokasi. Setelah sampai ditempat orang kaya, Pak Parman dikasih uang 10 ribu dan tidak usah dikembalikan. Namun, oleh Pak Parman uang itu ditolaknya sembari menjelaskan bahwa dirinya sudah meniatkan dari dulu untuk menggratiskan penumpang yang naik becaknya pada hari jumat.


Rupanya, kejadian itu sangat membekas di hati orang kaya tersebut. Lalu, dikejarlah Pak Parman, kemudia memberinya uang satu juta. Orang kaya itu berfikir pak parman akan menerima karean uangnya besar. Namun, Pak Parman tetap menolaknya. Setelah itu dinaikkan lagi menjadi dua juta dan tetap Pak Parman menolakknya. Dengan alasan  yang sama yaitu dia tidak menerima uang sepeserpun dari penumpangnya yang naik becak pada hari jumat karena dia sudah meniatkan untuk bersedekah.

Karena semakin membuat si orang kaya penasaran, pada jumat berikutnya, orang kaya itu pun naik becak lagi. Kali ini Pak Parman diberikan uang yang lebih besar lagi yaitu 10 juta. Namun, sekali lagi Pak Parman menolaknya. Jumat berikutnya, orang kaya itu kembali menaiki becak Pak Parman. Kali ini, ia minta diantarkan kerumah Pak Parman.


Sesampainnya dirumah Pak Parman, betapa terkejutnya orang kaya itu karena rumah yang dimaksud itu hanyalah sebuah rumah kost yang kecil. Karena sangat iba melihat kejadian itu, orang kaya itu pun langsung memberikan uang sejumlah 25 juta kepada Pak Parman. Ternyata Pak Parman tetap tidak menerima uang itu. Hal ini benar-benar membuat si orang kaya tersebut heran dan mengejutkan.

Orang kaya itu pun akhirnya menyerah dan benar-benar kalah dengan ketulusan hati Pak Parman. Saat itu, orang kaya tersebut berjanji bahwa suatu saat ia  akan memberikan yang terbaik buat tukang becak yang berhati mulia. Waktu terus berjalan hingga menjelang Lebaran Haji (Idul Adha), orang kaya itu kembali menemui Pak Parman di rumah kostnya.

Setelah sampai disana, orang kaya terus berbicara kepada pak parman dengan halus, “Pak mohon kali ini niat baik saya diterima. Bapak, istri serta anak Bapak akan saya berangkatkan haji ke Tanah Suci. Sekali lagi, mohon Bapak menerima niat baik saya ini?”

Pada saat itu juga, Pak Parman menangis didepan istri dan anaknya. Pergi ke Mekkah saja tidak pernah ia bayangkan. Namun kini, ia dan keluarganya akan diberangkat kan haji. Ini benar-benar hadiah yang sangat luar biasa dari Allah Swt. Tawaran orang kaya itu pun diterima Pak Parman dengan setulus hati dan akhirnya Pak Parman, istri dan anaknya pergi haji

Seorang becak yang miskin tetapi memiliki hati yang sangat mulia akhirnya bisa berhaji. Kebaikannya dibalas oleh Allah Swt. Ia memang menolak satu juta, dua juta, 10 juta, hingga 25 juta. Namun, Allah menggantinya dengan pergi haji ke Baitullah bersama istri dan anaknya.

Sebuah kisah nyata tentang ketulusan Hati Tukang Becak ini memotivasi kita untuk berbuat kebaikkan pada siapapun.

Diberdayakan oleh Blogger.