Silaturahim Kepada Tetangga dan Orang Terdekat



ILMU-ISLAM.COM - Tetangga adalah salah satu jalan kita untuk bisa masuk surga. Tetangga adalah kebutuhan kita. Tetangga adalah kehidupan. Tak seorang pun di antara kita yang tidak butuh dengan keberadaan tetangga. Tetangga yang dekat atau tetangga yang jauh, sama –sama wajib untuk kita perlakukan dengan baik.

Dalam Alqur’an Allah SWT memerintahkan hambanya untuk berbuat baik kepada sesama, tetangga salah satunya.

“Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukannya, dan berbuat baiklah kepada orang tua, sanak kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. (QS Annisa: 36)

Objek silaturahim dan berbuat kebaikan diuraikan secara jelas dalam ayat tersebut di atas. Kepada siapa saja seharusnya kita menyambungkan kebaikan dan kasih sayang. Dari ayat ini disebutkan yakni:

1. Orang tua

2. Sanak kerabat

3. Anak Yatim

4. Orang miskin

5. Tetangga dekat

6. Tetangga jauh

7. Teman sejawat, teman kerja,

8. Hamba sahaya, bisa di artikan pembantu/khadimah.

Khusus terhadap tetangga, banyak sekali hadits yang menjelaskan tentang perintah berbuat baik kepada tetangga.. 

Dalam hitungan Islam, tetangga kita adalah 40 rumah di sekitar kita. Bahkan sebagian kalangan berpendapat, bahwa tetangga juga bermakna orang berada dalam perjalanan bersama kita. Satu pesawat misalnya. Atau satu Bus, satu angkot, satu gerbong kereta, dan sebagainya.

Hadis2 berikut semoga mengingatkan kita untuk makin rajin silaturahim dan berbuat baik kepada tetangga.

“Dari Ibnu Umar RA dan Aisyah berkata, Rasulullah saw bersabda; “Malaikat Jibril senantiasa berpesan kepadaku untuk selalu berbuat baik terhadap tetangga, sehingga aku menyangka bahwa tetangga itu akan ikut mewarisi (HR Bukhari dan Muslim).

“Demi Allah, seseorang tidak sempurna imannya, Rasul mengulang sampai 3 kali. Ada seseorang yang bertanya, siapakah seseorang yang tidak sempurna imannya itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: “Orang yang tetangganya tidak aman karena gangguannya (HR Bukhari dan Muslim).

Dari Abdullah bin Umar, RA berkata: Sebaik-baik teman menurut Allah yaitu orang yang paling baik terhadap temannya, dan sebaik-baik tetangga menurut Allah, adalah orang yang paling baik terhadap tetangganya (HR Atturmudy).

Demikianlah risalah yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad saw, menjadi penuntun jalan untuk kesuksesan dunia akhirat, menjadi penerang jiwa untuk menyinari sekitarnya, menjadi arah meraih kemenangan dakwah. Selamat berjuang. Selamat bersilaturahim. Semoga Allah yang Maha Rahman Rahim melimpahkan kesuksesan bagi pecinta silaturahim.


Dikutip dari: dakwatuna.com
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==