Header Ads

Tips Agar Tidak Terjebak dalam Dunia “Pacaran”


ILMU-ISLAM.COM -  "Pacaran" adalah salah satu bentuk maksiat yang jamak kita lihat di masyarakat saat ini, dimana status "pacar" membuat seseorang merasa berhak atas sang "pacar" dalam berbagai hal mulai dari, berhak cemburu, berhak jalan berdua, bahkan tidak sedikit yang melakukan lebih dari itu. Padahal, Allah telah berfirman di dalam Al-quran surah Al-Isra ayat 32
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zinah; (zinah) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
Di dalam ayat di atas, di katakan dengan tegas untuk "tidak mendekati zinah," bahkan mendekati saja dianggap sebagai jalan yang buruk dan perbuatan yang keji. Dan pacaran, diakui atau tidak merupakan salah satu jalan mendekati zinah karena seringkali orang yang berpacaran pergi berdua, bergandengan tangan, dll, padahal mereka bukan mahram.
Menghindari pacaran bukan perkara mudah, apalagi jika lingkungan tempat kita tinggal sudah menganggap “pacaran” sebagai hal yang lumrah dan biasa-biasa saja. Kadang-kadang, dukungan dari orang tua yang dangkal pengetahuan agama dan imannya membuat anak semakin semangat dan semakin sulit untuk menghindarinya.
Lalu, bagaimana cara menghindari "pacaran?"

Berpuasa

Di dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda yang artinya,
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai perisai)."

Mendekatkan diri kepada Allah

Memperbanyak ibadah akan membuat kita semakin sering mengingat Allah. Semakin banyak kita mengingat Allah, maka tingkat iman dan taqwa insya-Allah akan semakin bertambah. Dengan begitu, kita akan semakin teguh dalam menjalani perintah dan larangan-Nya.

Menambah ilmu

Ilmu, terutama ilmu agama, adalah benteng lain yang bisa kita andalkan untuk menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak disukai oleh Allah seperti pacaran. Seperti yang dikatakan oleh Ali Bin Abi Thalib r.a, bahwa ilmu memiliki 10 kelebihan dibandingkan harta, salah satunya adalah, "ilmu akan menjaga pemiliknya. Sebaliknya, harta akan dijaga oleh pemiliknya."
Dengan banyak belajar ilmu agama, pengetahuan kita pun akan semakin bertambah. Dengan bertambahnya ilmu, maka tingkat ketakwaan dan keimanan juga otomatis akan terkatrol. Karena dasar iman dan taqwa adalah ilmu.

Motivasi diri sendiri

Berbagai cara di atas tidak akan pernah bisa menghindarkan kita dari pacaran atau pergaulan bebas apabila di dalam diri kita tidak ada motivasi dan kesadaran untuk menghindari hal-hal yang dianggap tidak baik tersebut.
Sebanyak apapun orang tua, guru, dan ustad, menasehati; atau sekuat apapun kita berusaha beribadah, berpuasa, dan menambah ilmu, namun jika tidak ada keinginan dari diri sendiri, maka semua nasehat dan larangan tersebut akan sia-sia belaka.
Di dalam hidup ini kita harus memiliki prinsip. Dan prinsip tersebut harus dipegang teguh. Salah satu prinsip yang bagus dan bisa dicontoh adalah, "Apabila saya bisa menahan diri dari pacaran, maka saya akan menjadi seorang pemenang. Sebaliknya, jika ikut-ikutan pacaran seperti orang kebanyakan, maka saya adalah seorang pecundang."

Alihkan perhatian

Salah satu cara mengalihkan perhatian agar tidak terjerumus ke dalam dunia pacaran adalah dengan rajin beraktifitas dan berprestasi, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Misalnya dengan ikut organisasi keislaman, berkumpul dengan teman-teman dakwah, dan lain-lain.

Bergaul dengan orang-orang soleh

Pergaulan adalah salah satu kunci penting dalam menjalani hidup. Seperti ungkapan yang mengatakan, "bergaul dengan penjual minyak wangi, maka kita pun akan ikut wangi." Suka bergaul dengan orang-orang yang menghalalkan pacaran, akan membuat kita mudah ikut-ikutan pacaran. Sebaliknya, bergaul dengan orang-orang sholeh akan membuat kita lebih mudah mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menjauhkan diri dari maksiat.

Segera menikah setelah cukup umur dan mampu


Salah satu benteng yang paling kuat untuk menghindari maksiat dan berbagai godaannya adalah dengan menikah. Kalau memang sudah kebelet, mampu, serta cukup umur, maka menikah akan lebih baik. Ini adalah jalan keluar yang dipandang paling bisa mencegah dari perbuatan zinah.
Diberdayakan oleh Blogger.