Header Ads

2 Hal yang Paling Bisa Mengatasi Rasa Malas



Ilmu-Islam-- Hampir semua kita sadar dan tahu bahwa rasa malas akan membuat kita sulit untuk meraih kesuksesan di dunia maupun di akhirat kelak. Bahkan tidak sedikit yang menyadari bahwa sifat malas sangat tidak baik dan menyebalkan. Namun masih saja banyak orang yang terjebak dan enggan untuk memperbaiki diri dan menghilangkannya dari kehidupan sehari-hari.

Penyebab malas

Banyak orang yang "malas" sebenarnya tidak benar-benar malas. Akan tetapi, mereka begitu karena belum menemukan apa yang ingin mereka lakukan. Bisa jadi, cita-cita atau impian yang dimilikinya terlalu kecil sehingga rasa malas mengalahkan keinginannya untuk mencapai cita-cita tersebut.
Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang berubah menjadi malas adalah: rasa takut dan putus asa. Orang malas cenderung tidak berani sukses; mereka takut gagal. Bahkan tidak sedikit yang merasa putus asa karena merasa tidak percaya terhadap kemampuan diri sendiri dan tidak yakin dapat mencapai apa yang ia inginkan.

Orang bijak berkata, "rasa malas adalah pembunuh sukses."
Lalu bagaimana caranya kita menghilangkan rasa malas? Karena kadang-kadang kita merasa beberapa nasihat yang diberikan oleh orang-orang yang sukses terdengar sangat rumit atau sulit untuk diterapkan. Namun tetap saja, kita membutuhkan dorongan tertentu seperti motivasi atau semangat agar mau bertindak sehingga rasa malas bisa diajarkan.

Banyak orang salah persepsi, mereka pikir, untuk membuat sebuah “perubahan” mereka harus mengambil “langkah besar.” Padahal, segala sesuatunya selalu dimulai dari satu langkah kecil. Ini adalah sunnatullah yang sebenarnya jika kita pikirkan secara mendalam akan mampu menghilangkan keragu-raguan dan sifat putus asa. Usain Bolt (manusia tercepat di dunia) sekalipun, awalnya adalah bayi yang hanya bisa terlentang, kemudian belajar merangkak, berdiri, berjalan, hingga ia mampu menjadi manusia tercepat di planet ini.

Cara menghilangkan rasa malas

Cara menghilangkan rasa malas dimulai dengan bertindak (action), atau dengan mengambil satu langkah kecil (memulai/start). Banyak orang-malas menganggap remeh satu langkah kecil ini, padahal inilah kuncinya.
Sekali kita bertindak, maka tindakan pertama akan memicu tindakan kedua dan seterusnya, seperti kita menggelindingkan Bola salju. Awalnya, bola tersebut mungkin hanya sebesar genggaman tangan. Namun sekali digelindingkan, bola tersebut akan terus membesar dan bahkan sulit dihentikan.
Sama halnya dengan diri kita yang malas, jika masih belum bisa mengambil langkah pertama, maka kita tidak akan pernah bisa berubah. Langkah pertama perlu sebuah tindakan "pemaksaan" layaknya paku yang perlu "dipalu" agar mau menancap.
Untuk memulai langkah pertama, kadang-kadang dibutuhkan usaha yang tidak sedikit. Kita membutuhkan dorongan besar agar mau bergerak. Seperti sebuah mobil. Untuk bisa bergerak mobil membutuhkan tenaga yang besar. Pada umumnya, tenaga besar akan dihasilkan dari gigi pertama. Setelah itu barulah diikuti dengan gigi dua, tiga, dan seterusnya.
Tidak hanya bisa berlari lebih kencang, ketika memasuki gigi 4 dan 5 mobil pun tidak membutuhkan tenaga atau torsi yang besar.

Dua hal penting untuk menghilangkan rasa malas

1. Mengingat mati

Ketika kita mengingat akan kematian yang sudah pasti, seperti firman Allah di dalam surat Ali Imron ayat 185 yang artinya,
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."
Melakukan tindakan atau tidak melakukan tindakan apapun kita tetap akan mati. Perbedaanya, orang yang malas akan meninggalkan kesan negatif sedangkan orang yang rajin sudah pasti akan meninggalkan kesan positif.

2. Apa cita-cita Anda?

Tanpa cita-cita, atau cita-cita yang terlalu kecil, akan membuat kita tidak kehilangan motivasi. Jadi mulai saat ini, carilah sebuah cita-cita yang besar dan gantungkan setinggi langit agar kita terus termotivasi untuk mengeluarkan tenaga maksimal dan mencurahkan semua pikiran untuk menggapainya.

Di dalam Islam kita diajarkan untuk i'tikaf di masjid, Anda bisa memanfaatkannya untuk merenung. Sesekali, cobalah untuk merenungkan apa yang menjadi keinginan terbesar di dalam diri Anda. Keinginan yang benar-benar bisa membuat bulu kuduk Anda berdiri, yang bisa membuat Anda merasa bahagia dan bersemangat, meski baru membayangkannya saja.
Diberdayakan oleh Blogger.