Dari kuliah ilmu perbandingan agama, biarawati ini jadi mualaf


     
Ustazah Irene. ©2016 Merdeka.com/nuryandi
Ilmu-Islam-Hidayah Allah tak pernah terduga. Hidayah bisa datang kepada siapa pun dan kapan saja. Seperti yang dialami oleh Umi Irena Handono, seorang biarawati yang memutuskan menjadi mualaf. Umi Irena memutuskan pindah agama pada tahun 1983 di Surabaya, saat usianya 29 tahun.

"Mendapat hidayah Allah dari tempat yang tidak diduga, yaitu saat saya sedang menjadi biarawati dalam suatu biara. Namun, inilah karunia Allah dan hidayah Umi dapat. Saya mendapat kuliah menekuni ilmu perbandingan agama, salah satunya mengenai Islam," kata Umi Irena berbincang dengan merdeka.com.

Umi Irena mengatakan, dari ilmu yang dia tekuni itu rasa ingin tahu mengenai Islam semakin bergelayut di benaknya. Dia kemudian terus menggali tentang Islam dari Alquran, yang merupakan kitab suci kaum muslim.

"Umi waktu itu belum paham bagaimana cara membaca huruf Hijaiyah dan membaca Alquran. Maka Umi mempelajarinya melalui Alquran terjemahan, itu pun cara membacanya terbalik. Dan yang pertama kali Umi baca surat Al-Ikhlas, yang menyatakan Tuhan itu ahad (satu). Reaksi Umi adalah ini logis dan benar," ujarnya.

Saat memutuskan untuk menjadi mualaf, anak ke lima dari lima bersaudara itu tidak meminta izin kepada keluarga. Umi Irena hanya pamit kepada sang ibunda untuk pergi. Padahal kepergiannya itu untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

"Umi menyadari sudah dewasa dan tidak perlu meminta izin, maka Umi hanya pamit kepada Ibu," kenang Umi Irena.

Setelah kembali pulang ke rumah, Umi Irena belum memberi tahu keluarga jika sudah pindah keyakinan. Sampai akhirnya, keluarganya memergoki sendiri ketika dia tengah melaksanakan salat.

"Waktu itu mereka melihat Umi salat. Seluruh keluarga gempar, dan kaget karena kamarnya ada perempuan islam sedang salat, lalu semua terkejut melihat wajah Umi. Dari sini lah Umi, sebagai anak bungsu dari 5 bersaudara dan wanita satu-satunya, tidak mau lagi menyembunyikan hal ini," ungkapnya.

Kendati demikian, tidak sepenuhnya keluarganya ikhlas menerima keputusan Umi Irena. Namun perlahan, ibunya bisa menerima keputusan itu.
Sumber: merdeka.com
Tulisan terkait: 
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==