Header Ads

Meski Berpenghasilan Rp30 Ribu/Hari, Pasutri Lansia Penjaga Makam Mampu Berkurban Sapi

ilustrasi (istimewa)

Seorang juru kunci makam di Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang memiliki penghasilan tidak lebih dari Rp30 ribu per hari, mampu berkurban seekor sapi pada Hari Raya Idul Adha mendatang. Sapi ini buah kerja keras memelihara sapi milik orang lain.
Nenek Bibit namanya. Sehari-hari, lansia 62 tahun ini bekerja menjadi juru kunci makam bersama suaminya, Mujiran (67) di Lingkungan Brubuh, Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan. Sebagai juru kunci makam, pekerjaan Bibit dan suami membersihkan area pemakaman dari sampah organik maupun kimiawi.
Penghasilan sebagai juru kunci tak menentu. Tak ada patokan harga yang ditetapkan Bibit dan Mujiran, melainkan menerima berapa saja yang diberi pengunjung makam. Sehari bisa mendapat Rp30 ribu, kurang, bahkan lebih.
Untuk menyambung hidup, Bibit dan suami juga mengumpulkan biji buah mente yang tumbuh di sekitaran makam untuk dijual. Selain itu, pasutri lansia ini menjaga sapi milik tetangga. Dan sebagai upah, mereka berhak atas satu ekor sapi yang selama dipelihara.
Hebatnya, sapi yang didapat bukan dijual melainkan dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha yang jatuh 1 September nanti. “Saya dan suami sudah tua, ingin beramal saja, buat bekal di akhirat,” aku Bibit saat ditemui di rumahnya, yang berada di area makam.
Sementara itu, Sudarwanto, panitia kurban di lingkungan Bibit tinggal, mengaku kaget sekaligus terharu. Sebab keluarga Bibit yang harusnya sebagai penerima daging kurban, tapi justru berkurban.
Pesan nenek Bibit sebelum wawancara berakhir, bahwa niat untuk berbuat kebaikan akan mendapat jalan dari Yang Maha Kuasa. Bahkan, jalan tersebut akan terasa mudah dilalui.
Sumber : okezone.com
Diberdayakan oleh Blogger.